NUSANTARAONLINE.CO.ID-Katibung,Lampung Selatan-Anggaran Proyek Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung yang berlokasi Diseputaran sungai Tarahan Kecamatan katibung Lampung selatan dipertanyakan.Selain tidak dipasang plang diduga proyek siluman tersebut dikeluhkan warga seputar.Mulai dari adukan semen pasir kurang padat.

Tidak ada plang proyek,pekerjaan proyek tersebut dikerjakan asal asalan,”kata Warga dusun sukacai Supardi Saat ditemui dilokasi,Selasa 28 April 2026.

Saya selaku warga enggak dilibatkan dalam hal pekerjaan atau jangan kan mau jadi buruhnya.sama sekali tidak.”ucapnya.

Sementara menurut Supardi panjang pekerjaan proyek tersebut sekira 400 meter tinggi 2 meter,masih kurang tinggi dikawatir kan saat pacu hujan deras masih masuk kedalam rumah.

“kurang tinggi pak,harus ditambah 2 meter lagi.” harapnya.

Masih menurut Supardi dirinya selaku warga takut bila ingin komplain karena dirinya masyarakat kecil.Tapi secara kasat mata dirinya selaku warga yang sudah bermukim 20 tahun didusunya,keberadaan proyek penahan air tepi sungai itu dikerjakan asal asalan.

“adukan semennya kurang kuat,dan pekerjaan bangunan penahan airnya pun terlihat pendek.”keluhnya.

menurut saya percuma dibangun bila nantinya arus air masih masuk kerumah warga.kalau dibilang komplain terus tetang saya komplain tapi saya takut,” ulasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tarahan Hairul saat dikonfirmasi terkait proyek BPBD provinsi Lampung diwilayahnya tersebut dirinya hanya mengetahui sang pemborong proyek BPBD diseputaran sungai tarahan tersebut bernama Mustopa.

Untuk Plang dan sebagainya silahkan konfirmasi Mustopa ,gitu ya.”kata Hairul selaku kades.

Ditanya siapa yang nyuplai batu jawab sang kades yang nyuplai batu saya.

“Saya yang nyuplai batunya,itu pun cuman sedikit.”ucapnya.

Sementara Mustopa selaku pelaksana atau pemborong membenarkan proyek tersebut sudah 2 minggu dikerjakan,namun karena kendala pasir batu untuk sementara proyek BPBD provinsi Lampung tersebut sedang off.

Lagi Off bang karena kendala pasir batu,”terangnya.

Sementara saat ditanya kenapa proyek tersebut tidak dipasang plang kelit Mustopa plang proyek tersebut sedang dibuat.

Menurutnya proyek tersebut senilai Rp.I,1 Milyar.Proyek BPBD Provinsi Lampung.Namun sayang mustopa tidak menerangkan secara detail.

Sementara Saat ditanya terkait alat berat menggunakan BBM subsidi atau industri dirinya tidak mengatahui.”kilahnya.

Kalau BBM yang nyuplai kadus.untuk Batunya Pak Kades Hairul”jelas dia.

Saat ditanya apakah proyek didusun sukacai tersebut apakah mengunakan anggaran APBN atau APBD jawab mustopa proyek BPBD.(Hen)