.NUSANTARAONLINE.CO.ID,Lampung Selatan- Ismail, S.E.,MM Anggota DPRD Lampung Selatan akan meninjau proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung yang berlokasi diseputaran sungai tarahan tepatnya di dusun sukacai,Desa Tarahan Kecamatan Katibung Lampung Selatan.
“Saya akan menindak lanjuti protes Warga terkait pekerjaan proyek yang diduga asal jadi karena proyek BPBD tersebut sebelumnya tak memasang plang,”kata Anggota DPRD dari fraksi partai kebangkitan bangsa (PKB).
“Info Warga Proyek tersebut dikerjakan asal asalan ditambah tak memasang plang,itu merupakan pelanggaran fisik menandakan proyek tersebut tidak transparan.” tegas dia.
proyek tak memasang plang merupakan pelanggaran prinsif transparansi karena proyek tersebut menggunakan anggaran APBN atau APBD dan siapa yang bertanggung jawab?”.
“Ini proyek sebelumnya tak memasang plang tak mengindahkan suara masyarakat,” imbuhnya.
Pembangunan fisik proyek Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Lampung mestinya dipasang plang agar tidak menimbulkan pertanyaan publik atau masyarakat.Ini bisa diaudit menyeluruh.
“mestinya proyek tersebut sebelum dibangun wajib dipasang plang agar warga masyarakat mengetahui sumber anggarannya dari mana asal.” tegasnya lagi.
Anggota DPRD Lampung selatan itu menyayangkan kinerja pihak pelaksana proyek yang sebelumnya abai tak memasang plang proyek.
“oke kita akan jadwalkan,nanti kita akan turun,sementara ini kita sedang ada bimtek,gitu ya infonya,”ucapnya Senin (18/05/2026).
wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, yang meliputi Kecamatan Katibung, Candipuro, dan Waysulan,Ismail,.SE.MM menyebut sebelum proyek tersebut dikerjakan minimnya sosialisasi.Dan Warga merasa tak dilibatkan.
“Warga meminta pihak kontaktor dan pemborong agar transparansi,tujuannya agar pekerjaan proyek maksimal,” terangnya.
Kemudian,terus ismail material batu pasir pun yang dipasang dari mana asal.Apakah kedua material tersebut dibeli dari tambang yang berizin atau ilegal?”.
“mulai dari pembelian batu,pasir sewa alat berat,semen dan penggunaan Bahan Bakar Minyak Jenis Solar,jumlah pekerja dan harian orang kerja dan lain lain mesti transparansi.
ini mesti disampai kan kepublik atau masyarakat.Agar anggaran jelas dan tepat sasaran.”pungkasnya.
Diwartakan Sebelumnya Mustopa Pihak CV.Surya Gemilang Menyebut Kepala Desa Tarahan (Hairul) Terlibat nyuplai batu pada proyek Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung.Namun dirinya (Mustopa) Bungkam Terkait Penggunaan Bahan Bakar Minyak Jenis Solar (BBM) Subsidi untuk alat berat.Akan tetapi dirinya mustopa menyebut proyek tersebut sedang off terkendala di material batu pasir.Sementara Hairul Diduga memihak kepada kontraktor atau pelaksana proyek karena dirinya ada kepentingan nyuplai batu.Sementara mustopa juga menyebut Anggaran proyek tersebut 1,1 milyar.(Red).
