NUSANTARAONLINE.CO.ID-KALIANDA, 2 Oktober 2025 — Suasana demokratis terasa di aula SMP Negeri 1 Kalianda, Kamis (2/10), saat para orang tua siswa mengikuti pemilihan terbuka Ketua Komite Sekolah. Sebanyak 37 perwakilan wali murid dari seluruh jenjang hadir memberikan suara dalam pemilihan yang berlangsung terbuka dan penuh antusiasme.

Hasil akhir pemungutan suara menetapkan Abdul Rohim sebagai Ketua Komite yang baru, menggantikan Syaiful Azzumar, SH., MH., yang kini tengah mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dan menjabat Ketua Komisi II.

Kepala SMPN 1 Kalianda, Sutopo, S.Pd., mengapresiasi dedikasi Syaiful selama masa kepemimpinannya. Ia menilai Syaiful adalah figur yang tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pengembangan sekolah.

“Pak Syaiful sangat peduli dengan kemajuan sekolah. Ia bahkan pernah memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk pembelian alat drumband. Bantuan itu diantar langsung ke sekolah, hasil kolaborasi beliau bersama alumni,” ujar Sutopo mengenang.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, menurut Sutopo, masa kepemimpinan Syaiful ditandai oleh hubungan harmonis antara sekolah, guru, dan orang tua. Banyak program sekolah berjalan mulus berkat dukungan komite, dan para wali murid pun merasa puas dengan kinerjanya.

Dalam sambutan singkatnya, Syaiful Azzumar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama ini.

“Saya bangga pernah menjadi bagian dari SMPN 1 Kalianda. Semoga di bawah kepemimpinan Pak Abdul Rohim, sinergi antara sekolah dan orang tua bisa terus terjaga dan ditingkatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komite terpilih Abdul Rohim belum memberikan pernyataan resmi, namun keberadaannya disambut hangat oleh pihak sekolah dan seluruh peserta musyawarah.

Sutopo menutup acara dengan harapan besar terhadap estafet kepemimpinan ini.

“Selamat kepada Pak Abdul Rohim. Semoga beliau menjadi jembatan komunikasi yang solid antara sekolah dan orang tua demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Pemilihan ini menjadi refleksi nyata bahwa keterlibatan orang tua dalam dunia pendidikan tak sebatas administratif, namun merupakan fondasi penting dalam membentuk lingkungan belajar yang positif dan progresif di Kalianda.(Naga).